Daftar Blog Saya

Kamis, 10 Oktober 2013

Tugas 1 "Sejarah Perkembangan Koperasi di Dunia dan di Indonesia"



Sejarah Perkembangan Koperasi di Dunia 
dan di Indonesia


Masalah 

Koperasi berasal dari kata cooperation yang artinya kerja sama. Pengertian koperasi di Indonesia dikemukakan pada Undang-undang Dasar Republik Indonesia. Pendekatan-pendekatan ilmiah modern dalam ilmu ekonomi mengenai organisasi-organisasi koperasi lebih banyak menerapkan metode-metode yang bersifat nominalis. Hal ini ada hubungannya dengan definisi organisasi koperasi secara nominalis yang diterima secara internasional yang digunakan oleh Konferensi Buruh Internasional (ILO,1966). Menurut Undang-Undang Nomer 12 tahun 1967 tentang pokok-pokok perkoperasian di dalam pasal 3 dikemukakan mengenai pengertian koperasi. Yakni koperasi indonesia adalah organisasi ekonomi rakyat yang berwatak sosial, beranggotakan orang-orang atau badan-badan hukum koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi rakyat sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan.
Kegiatan berkoperasi dan organisasi koperasi pada mulanya diperkenalkan di Inggris di sekitar abad pertengahan yang diprakarsai oleh seorang industrialis yang sosialis yang bernama Robert Own. Pada waktu itu misi utama berkoperasi adalah untuk menolong kaum buruh dan petani yang menghadapi problem-problem ekonomi dengan menggalang kekuatan mereka sendiri. Cikal bakal koperasi itu lahir sebagai respon terhadap kondisi kemiskinan atau tingkat kesejahteraan yang rendah. Ini adalah asal usul aliran pemikiran koperasi yang memandang koperasi sebagai lembaga tingkat kesejahteraan yang rendah. Presiden Bank Dunia R. Mc Namara di Nairobi tahun 1973 pun menyatakan bahwa kemiskinan mutlak nampaknya terpusat di daearh-daerah pedesaan Asia dan negara-negara Bagian Selatan Sahara di Afrika.    
Mohammad Hatta, Bapak Koperasi Indonesia yang juga arsitek Pasal 33 UUD 45, berdasarkan pengalaman perkembangan koperasi sejak awal abad ke-20 sebenarnya sudah membayangkan tahap-tahap perkembangan ekonomi di masa kemerdekaan. Pada mulanya, masyarakat akan cenderung mengembangkan koperasi konsumsi, Namun demikian, koperasi konsumsi itu cenderung gagal, karena kekurang-terampilan berdagang dan juga modal yang minim. Lalu akan berkembang koperasi simpan pinjam dari orang-orang yang memiliki uang, sehingga terhimpun modal untuk memperkuat perdagangan. Setelah itu, baru timbul koperasi produksi di bidang pertanian, pertukangan, kerajinan dan industri.  
Contoh koperasi di Jepang pada tahun 1990 atau bersamaan dengan pelaksanaan Undang-Undang Koperasi Industri Kerajinan. Cikal bakal kelahiran koperasi di Jepang mulai muncul ketika perekonomian uang mulai dikenal oleh masyarakat pedalaman, khususnya kegiatan pembelian dan pemasaran bersama hasil pertanian pada tahun 1906, koperasi terus tumbuh dan berkembang. Pada tahun 1920 ketika Jepang sedang membangun dan mengembangkan industrinya, koperasinya yang ada benar-benar berfungsi sebagai tulang punggung bagi pembangunan pertanian yang menunjang industrialisasi.
Kebanyakan masalah yang timbul sebelum dengan adanya koperasi ialah, untuk membantu kaum buruh baik petani maupun pengrajin di berbagai negara yang memiliki tulang punggung keluarganya. Dengan pada dasarnya kekurangan modal, kurangnya alat-alat untuk mempermudah proses pekerjaan, kurangnya perhatian dari pemerintah, kurangnya informasi bagi rakyat yang tinggal di pedaleman, rendahnya pendidikan maupun kesehatan, dan yang paling penting adalah adanya rasa kekeluargaan sehingga timbulnya gotong royong untuk membangun perkembangan koperasi di Indonesia maupun di negara berkembang lainnya.


Analisa

Dari masalah yang diatas, Kebanyakan pemerintah di negara  berkembang sebagian besar mendorong pembentukan koperasinya dengan secara cepat dan memanfaatkan organisasi-organisasi lokal sebagai alat-alat pemerintah dalam menerapkan berbagai kebijakan dan program pertanian sebagai agen untuk menginduksi perubahan-perubahan sosial ekonomi yang secara sentral terencana dan membangun pertanian. Banyak koperasi yang didirikan dengan bantuan pemerintah atau lembaga dalam tahap awal pengembangan organisasinya, belum mampu bertahan sebagai organisasi-organisasi koperasi swadaya yang otonom tanpa bantuan langsung bidang keuangan dan manajemen dari pemerintah atau bantuan dari luar negeri. Hal-hal tersebut disebabkan anggota-anggota koperasi pedesaan tergolong masih sangat murni, pendidikannya rendah, dan kurang informasi.
 Akhir-akhir ini, perkembangan koperasi di Indonesia terus berkembang. Perkembangan tersebut ditandai dengan banyaknya pertumbuhan koperasi di Indonesia. Tetapi di dalam perkembangan tersebut banyak terjadi hambatan-hambatan. Oleh karena itu, masyarakat dan pemerintah Indonesia harus memulihkan perekonomiannya dengan murni yang bersih dan bekerja keras dengan memanfaatkan sumber daya manusia atau sumber daya alam yang potensial. Seperti usaha mikro kecil atau menengah yang tersebar di seluruh Indonesia. Namun uniknya, kualitas perkembangannya selalu menjadi bahan perdebatan karena tidak jarang koperasi dimanfaatkan di luar kepentingan generiknya. Secara makro pertanyaan yang paling mendasar berkaitan dengan kontribusi koperasi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), pengentasan kemiskinan, dan penciptaan lapangan kerja. Sedangkan secara mikro pertanyaan yang mendasar berkaitan dengan kontribusi koperasi terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan anggotanya.
            Di Eropa koperasi tumbuh terutama melalui koperasi kredit dan koperasi konsumen yang kuat hingga disegani oleh berbagai kekuatan. Di perdagangan eceran, koperasi-koperasi konsumsi merupakan pionir dari penciptaan rantai perdagangan eceran modern (Furlough dan Strikwerda, 1999). Di sektor perbankan di negara-negara seperti Perancis, Austria, Finlandia dan Siprus, menurut data ICA (1998a), pangsa pasar dari bank-bank koperasi mencapai sekitar 1/3 dari total bank yang ada. Bahkan 2 (dua) bank terbesar di Eropa milik koperasi yakni "Credit Agricole" di Perancis dan RABO-Bank di Netherlands. Kredit sebagai kebutuhan universal bagi umat manusia terlepas dari kedudukannya sebagai produsen maupun konsumen dan penerima penghasilan tetap atau bukan adalah anggota potensial dari koperasi kredit (Soetrisno, 2001).
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi pada pertengahan abad ke-18 telah mengubah wajah dunia. Berbagai penemuan di bidang teknologi ( revolusi industri ) melahirkan tata dunia ekonomi baru. Tatanan dunia ekonomi menjadi terpusat pada keuntungan perseorangan, yaitu kaum pemilik modal (kapitalisme). Kaum kapitalis atau pemilik modal memanfaatkan penemuan baru tersebut dengan sebaik-baiknya untuk memperkaya dirinya dan memperkuat kedudukan ekonominya. Hasrat serakah ini melahirkan persaingan bebas yang tidak terbatas. Sistem ekonomi kapitalis/liberal memberikan keuntungan yang sebesar-besarnya kepada pemilik modal dan melahirkan kemelaratan dan kemiskinan bagi masyarakat ekonomi lemah. Dalam kemiskinan dan kemelaratan ini, muncul kesadaran masyarakat untuk memperbaiki nasibnya sendiri dengan mendirikan koperasi.

Kesimpulan 

  • Keberadaan koperasi masih perlu upaya yang sungguh-sungguh untuk ditingkatkan mengikuti tuntutan lingkungan dunia usaha, lingkungan kehidupan, dan kesejahteraan para anggotanya. Kegiatan ekonomi masih relatif kecil, dan ketergantungan koperasi terhadap bantuan dan kekuatan dari pihak luar, terutama Pemerintah, masih sangat besar.
  • Koperasi tidak saja bertujuan menunjang kepentingan-kepentingan ekonomi para anggotanya, melainkan harus termasuk pada kepentingan masyarakat umum, bangsa, negara, kaum buruh dan golongan ekonomi lemah. Yang harus terus dibimbing, di asah bekerja keras supaya menghasilkan potensi yang lebih baik.
  • Lembaga yang namanya koperasi  yang diharapkan menjadi pilar atau soko guru perekonomian nasional dan juga lembaga gerakan ekonomi rakyat ternyata tidak berkembang baik seperti di negara-negara maju. Oleh karena itu tidak heran koperasi dalam perekonomian Indonesia masih sering dipertanyakan dan selalu menjadi bahan perdebatan  karena tidak jarang koperasi dimanfaatkan di luar kepentingan generiknya.

Sumber :

Bahan untuk mempersiapkan Seminar Sehari Koperasi pada bulan Agustus 2009, yang akan diselenggarakan oleh Pusat Studi Industri, UKM dan Persaingan Usaha bersama dengan Ilmu Ekonomi, FE-Usakti.



Prof. Dr. Tiktik Sartika Partomo, M.S.. 2009. Ekonomi Koperasi. Jakarta: Penerbit Ghalia Indonesia Anggota IKAPI.

Soetrisno, Noer (2001), “Rekonstruksi Pemahaman Koperasi, Merajut Kekuatan Ekonomi Rakyat”, Instrans, Jakarta Stiglitz, Joseph (2006), Making Globalization Work, New York: W.W. Norton & Company







Kamis, 11 Juli 2013

Tulisan ke-3 Bulan Juli



TULISAN Ke-3 Bulan Juli
Softskill
                                                            
TEMA       :        IFRS yang Terkait Hutang Lancar
JUDUL      :     Pengenalan IFRS yang terkait hutang lancar


A.   Perkembangan IFRS di Indonesia

Indonesia mengadopsi IFRS secara penuh pada 2012. Dengan mengadopsi penuh IFRS, laporan keuangan yang dibuat berdasarkan PSAK tidak memerlukan rekonsiliasi signifikan dengan laporan keuangan berdasarkan IFRS. Namun, perubahan tersebut tentu saja akan memberikan efek di berbagai bidang, terutama dari segi pendidikan dan bisnis.


1.      Manfaat Mengadopsi IFRS

Indonesia akan mendapatkan tujuh manfaat sekaligus, diantaranya :

1.   Meningkatkan kualitas standar akuntansi keuangan (SAK)
2.   Mengurangi biaya SAK
3.   Meningkatkan kredibilitas dan kegunaan laporan keuangan.
4.   Meningkatkan komparabilitas pelaporan keuangan.
5.   Meningkatkan transparansi keuangan.
6.   Menurunkan biaya modal dengan membuka peluang penghimpunan dana  
      melalui pasar modal
7.   Meningkatkan efisiensi penyusunan laporan keuangan.

  B.  Hutang Lancar dan Akuntansi Penggajian

  1. Akuntansi untuk Hutang lancar
    Wesel Bayar
    Hutang Pajak Penjualan
    Pendapatan diterima di muka
    Hutang Jangka Panjang yang Jatuh Tempo dalam periode berjalan
    Penyajian dan Analisis Laporan Keuangan

  1. Kewajiban Bersyarat
    Pencatatan Kewajiban Bersyarat
    Pengungkapan Kewajiban Bersyarat

  1. Akuntansi Penggajian
    Perhitungan gaji
    Pencatatan Gaji
    Pajak Gaji yang ditanggung oleh Perusahaan
    Pelaporan dan penyetoran Pajak gaji
    Pengendalian Internal

C.  Akuntansi untuk Hutang Lancar

    Kewajiban jangka pendek merupakan hutang yang memiliki dua kriteria pokok :
  1. Dapat dibayar dari aset lancar yang ada atau dengan membuat kewajiban jangka pendek baru lainnya.
  2. Diperkirakan akan dibayar dalam jangka satu tahun atau siklus opersi perusahaan, mana yang lebih lama.
Kewajiban lancar meliputi wesel bayar, hutang, pendapatan diterima dimuka, dan kewajiban yang masih harus dibayar seperti hutang pajak, gaji dibayar, dan bunga hutang.

  1. Wesel Bayar
    Memberikan bukti resmi bagi pihak kreditur
    Mengharuskan peminjaman untuk membayar bunga
    Dikeluarkan untuk bebrapa periode

  1. Hutang Pajak Penjualan
    Nilai Pajak ditetapkan sebesar presentasi dari harga jual.
    Hampir seluruh aturan atas pajak penjualan menyatakan bahwa jumlah penjualan dan pajak penjualan
   yang dipungut harus dicatat secara terpisah atas kas yang diperoleh.
    Peritel akan memungut pajak dari konsumen pada saat terjadi penjualan.
    Jumlah pajak yang dipungut dari konsumen akan distorkan ke kantor.

  1. Pendapatan Diterima di Muka
    Pada saat pembayaran diterima, Kas didebit, dan akun pendapatan diterima di muka yang masuk ke 
    dalam kelompok kewajiban jangka pendek di kredit.
    Pada saat pendapatan yang telah dihasilkan, akun Pendapatan Diterima di muka didebit, dan akun  
    pendapatan yang telah di hasilkan dikredit.

  1. Hutang jangka panjang yang jatuh tempo dalam periode berjalan
    Hutang jangka panjang yang telah jatuh tempo pada tahun berjalan 
  Tidak perlu dibuat jurna penyesuaian untuk mengakui utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam tahun 
   berjalan.

  1. Penyajian dan Analisis Laporan Keuangan
Liquiditas merupakan kemampuan untuk membayar kewajiban pada saat jatuh tempodan memenuhi kebutuhan kas yang tidak terduga.
    Asset Lancar – Kewajiban Jangka Panjang = Modal Kerja 

Rasio Lancar memungkinkan kita untuk membandingkan likuiditas dari perusahaan-perusahaan yang memiliki ukuran berbeda dan dari sebuah perusahaan dalam periode waktu yang berbeda.
    Asset Lancar : Kewajiban Jangka Pendek = Rasio Lancar

Sumber lain :

Weygandt, Jerry J., dkk. Accounting Principles. 2002. United States of America: John Wiley & Sons, Inc.
Sejarah IFRS 1.pdf – Adobe Reader

Tulisan ke-2 Bulan Juli


TULISAN Ke-2 Bulan Juli
Softskill
                                                          

TEMA       :       MEMBANGUN MENTAL
JUDUL      :       RAHASIA SUKSES MELATIH KECERDASAN HATI


Pada dasarnya manusia memiliki hati yang universal, dengan syarat kita memiliki kejernihan hati, serta terbebas dari tujuh belenggu yang terdiri dari : prasangka negatif, prinsip hidup, pengalaman, kepentingan dan prioritas yang subyektif, sudut-sudut pandang, pembanding yang tidak obyektif. Dan literatur-literatur. Disamping itu kita diharapkan juga selalu mengucapkan kata bismillahirrohmanirrohim yang memberikan bukti efektifitas, yaitu memberikan perhatian dan kasih sayang kepada orang lain dengan tulus dan ikhlas, prinsip bismillah mampu menghasilkan suatu kepercayaan secara menakjubkan.

Setelah mengetahui pemahaman diatas, diharapkan memiliki suatu landasan kokoh untuk memiliki sebuah kecerdasan hati, yang terbentuk di dalam diri. Yang terpenting adalah bahwa kita mempunyai suatu pegangan pasti, berupa sebuah prinsip yang sangat kuat dan tidak akan berubah meskipun menghadapi berbagai rintangan dan masalah yang sangat berat sekalipun, prinsip ini akan abadi selamanya. Inilah sumber kebahagiaan dan ketentraman di dalam hidup kita dan landasan bagi suatu kecerdasan emosi yang tinggi dan pintu gerbang menuju suatu keberhasilan baik lahir maupun batin.

Cara yang paling efektif  mempergunakan barometer suara hati adalah, ketika kalian dihadapkan pada suatu pilihan, dan pada satu kejadian, dimana kalian harus membuat suatu keputusan. Pada kejadian inilah ”berpikir melingkar” harus bekerja. Berpikir melingkar terdiri dari : prinsip bintang (sumber suara hati), prinsip malaikat (contoh : memiliki integritas dan loyalitas, memberi, menolong, komitmen), prinsip kepemimpinan, prinsip pembelajaran, prinsip masa depan, prinsip keteraturan.

Sebagai contoh ada seorang teman dekat intan yang bernama Nuri, ia adalah seorang Dokter yang ditawari suatu kesempatan usaha bahwa jika ia bersedia meninggalkan tempat prakteknya untuk kemudian menjadi seorang direktur medis di sebuah kawasan yang berorientasi pada kesehatan, dan menginvestasikan sebesar seratus ribu dolar untuk memiliki usaha tersebut, ia dijanjikan jika bagian keuntungan yang akan diperolehnya bisa mencapai empat juta dolar setelah tiga tahun.  Sang dokter pun tertarik tentang kawasan hunian tempat orang dapat meningkatkan kesehatan sambil berlibur.

Akhirnya ia menjual praktek dokternya dan menanamkan ke dalam proyek itu serta menjadi direktur medisnya. Setahun kemudian, proyek kawasan peristirahatan itu bangkrut. Sekarang ia mengakui bahwa sejak awal ia telah merasakan firasat tentang sesuatu yang tidak beres dalam penawaran tersebut, bahwa proyeksi yang diajukan dalam rencana bisnis itu terlalu muluk. Suara hati seringkali membisikkan dan membimbingapa yang dirasa benar dan apa yang salah di masa yang akan datang. Oleh karena itu, Kita seharusnya tidak hanya mempercayai atau menggunakan kecerdasan otak saja, tetapi juga intuisi atau kecerdasan hati.

Makna dari tulisan saya di atas, yaitu :

1.  Tidak boleh hanya mempergunakan satu hati saja, dengan mengabaikan suara hati yang lain.
2. Pergunakan suara-suara hati itu untuk memehami perasaan orang lain (empati), dalam bersosialisasi.
3.     Ingat, mempergunakan salah satu hati secara berlebihan dan menutup suara hati yang lain adalah ’strategi setan’ untuk menjerumuskan kita. contoh : ingin berkuasa, tetapi tidak adil. Ingin kaya, tetapi tidak jujur.

#   Semoga tulisan saya ini bermanfaat, walau kalimatnya sederhana akan tetapi sering di alami dalam kehidupan nyata.